ILMU,
FILSAFAT, DAN FILSAFAT ILMU
KELOMPOK I
AGUNG WIJAYA BUDIMAN ICHWAN
SUHAEFI
INDRA ERDIANSYAH MERSY PABARRUNG
NURQAIMUDDIN JALIL RIAN
WAHYULLAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
PPS UNM
2018
FILSAFAT
II
ILMU,
FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU
“DisusungunamemenuhitugasmatakuliahFilsafatIlmu”
OLEH
:
KELOMPOK
I
AGUNG
WIJAYA BUDIMAN
ICHWAN
SUHAEFI
INDRA
ERDIANSYAH
MERSY
PABARRUNG
NURQAIMUDDIN
JALIL
RIAN
WAHYULLAH
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
PROGRAM
PASCASARJANA UNM
2018
KATA PENGANTAR
Puji dan
Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Salawat dan
salam dihaturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW atas perjuangan beliau
kita dapat menikmati pencerahan iman dan islam dalam mengarungi samudera
kehidupan ini. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Ilmu, FilsafatdanFilsafatIlmu” dalam rangka memenuhi tugas matakuliahFilsafat Ilmu.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Makassar, 15 November 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR
ISI........................................................................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar
Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah...................................................................................... 3
1.3 Tujuan........................................................................................................ 3
1.4 Manfaat...................................................................................................... 3
BAB
II PEMBAHASAN..................................................................................... 4
2.1 Ilmu............................................................................................................ 4
2.2 Filsafat....................................................................................................... 6
2.3 FilsafatIlmu............................................................................................... 11
2.4 Perbedaanfilsafatdanfilsafatilmu.............................................................. 15
2.5 Ilmupengetahuandanperkembangannya................................................... 17
BAB III PENUTUP............................................................................................. 19
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 19
3.2 Saran......................................................................................................... 20
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................................... 21
BIODATA PENULIS.......................................................................................... 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
“Bumiitubulat”, sebelumkeadaaninidibuktikan, banyakilmuanberfikirtentangbentukbumiyang
kitatempatisaatini.
Ada yang menganggapbumibumiitudatar,adajugayang
menganggapbumiituberbentukcakramdataryang
berpusatdikutuputaradandikelilingiolehdindingesantartika,sepertiyangdiungkapkanSamuelRowbotham(1816-1884).Bahkanjauhsebelummasehi,orang-orangyunanikunosudahadayangmeyakinijikabumiitubulat,namunmerekabelumbenar-benarbisamambuktikannya.
Jaman modernini,setelahdilakukanpenelitiandapatdibuktikanjikabumiitubenar-benarbulat.Untukmelakukanpenelitianitusetiapmanusiaharusmemlilikidasarilmupengetahuanyangbaik.Buktiyangnyatajikabumiitubulatsalahsatunyaadalahpadabulandesember1972, pesawatruangangkasa
Apollo12berhasilmembuatpotretbumidandapatdilihatjikabumiitubulat.Peralatan-peralatanyang digunakantersebutpastinyadibuatolehmanusiayangmemilikiilmupengetahuanbaikdi
bidangtersebut.
Selainteoritersebut,masihbanyakteorilainyang
munculdaripemikiranmanusianamunbelumbisadipertanggungjawabkandenganpenelitian-penelitian.
Sepertiteorievolusiyang diungkapkanDarwin, dalamYahya(2004),yangmenganggap“Seluruhmakhlukhidupmunculmenjadiadasebagaihasilperistiwaalamiahbiasayang
tidakdisengaja,atausecarakebetulan”.Sampaisaatiniteoriitubelumbisaterjawabdenganpastidandianggapbagisebagianorang sebagaifilsafat,tapiberpengaruhbesardenganfilsafat-filsafatyang
munculdenganberpondasipadateorievolusitersebutkarenamenganggapteoritersebutbenar.
Sanggahantentangteorievolusijugadinyatakanolehbeberapaahliilmupengetahuandibidangnyasepertiyang diungkapkanYahya(2004), “Filsafattersebutadalah"materialisme",yang
mengandungsejumlahpemikiranpenuhkepalsuantentangmengapadanbagaimanamanusiamunculdimukabumi.Materialismemengajarkanbahwatidakadasesuatupunselainmateridanmateriadalahesensidarisegalasesuatu,baikyang
hidupmaupuntakhidup.Berawaldaripemikiranini,materialismemengingkarikeberadaanSang
MahaPencipta, yaituAllah.
Denganmereduksisegalasesuatuketingkatmateri,teoriinimengubahmanusiamenjadimakhlukyang hanyaberorientasikepadamateridanberpalingdarinilai-nilaimoral.Iniadalahawaldaribencanabesaryang
akanmenimpahidupmanusia”.
Beberapacontohdiatasmenunjukkanbahwasebuahilmutidakpernahlepasdarisebuahfilsafatyang
mendasarinya,darisebuahpemikiranmanusiayang
dapatdipertanggungjawabkanlewatlogikaberpikirdanlogikabahasaakanmunculsebuahfilsafat, kamudiandarifilsafatituakanmembuatmanusiaberusahamembuktikan.Setelahfilsafattersebutbisaterbuktidenganbenarpastiakanadailmuyangmempelajaritentangteoriyang
dihasilkanlewatfilsafattersabut.Untukitu,makalahinidisusununtukmembahaslebihmendalamtentangmaterimengenaiilmu, filsafat, danfilsafatilmu.
1.2 RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangdiatas,makarumusanmasalahdalammakalahiniadalahsebagaiberikut:
1.
Apayangdimaksuddenganilmu?
2.
Apayangdimaksudfilsafat?
3.
Apayangdimaksudfilsafatilmu?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalahdiatasmakatujuandalammakalahiniadalahsebagaiberikut
:
1.
Untukmengetahuiapayangdimaksuddenganilmu.
2.
Untukmengetahuiapayangdimaksuddenganfilsafat.
3.
Untukmengetahuiapayangdimaksuddenganfilsafatilmu.
Manfaat pembuatan makalah ini adalahsebagaiberikut :
1.
Dapatdigunakansebagaibahanpengajaran
di bidangpendidikanmaupun di bidangpenelitian-penelitian
2.
Mahasiswadapatmenerapkanataumengembangkanteoridankonsep
yang nantinyadiharapkandapatdipergunakandalampenelitian-penelitianberikutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ilmu
A. Pengertian ilmu
Ilmuatausainsjika disebutdalambahasa inggrismerupakan sebuahkatayang biasakitadengarsehari-hari,banyakorangyang mendefinisikan tentang ilmu, Menurut
Lestari
(2013), Ilmu
adalah
seluruhusaha sadaruntukmenyelidiki,menemukan,danmeningkatkan
pemahamanmanusia dariberbagai segikenyataandalamalammanusia. Segi-segiinidibatasiagardihasilkanrumusan-rumusanyang
pasti.Ilmu memberikankepastian
dengan membatasi
lingkup pandangannya, dan
kepastian
ilmu-ilmu
diperoleh dari
keterbatasannya.
Sedangkan kajian-kajianyang telahdilakukanRachmandkk
(2006:84),menyebutkanjika
ilmuatau
sainspada prinsipnya merupakan
suatu usaha mengorganisasi dan
mensistematisasi “common sense”, suatu pengetahuanyang
berasaldari pengalamandan
pengamatan
dalam kehidupan sehari-hari,
dan
dilanjutkan
dengan suatu pemikiran
secara cermat dantelitidenganmenggunakan berbagaimetodeyang
biasa dilakukandenganpenelitian ilmiah(observasi,eksperimen,survey,studi kasus
dan lain-lain).
MenurutTheLiangGiedalamSalakory
danZulfendy (2006:181),jugamenyimpulkanbahwa
ilmuadalahrangkaianaktivitas manusia yang rasional dan
kognitif dengan
berbagai metode berupa
angka prosedurdantatalangkahsehingga menghasilkankumpulan
pengetahuanyangsistematis
mengenaigejala-gejala
kealaman,
Ketiga
pernyataantersebutbisadiambilsatukesimpulan
jika ilmupadaprinsipnyaadalahsuatuusahayang cermatdantelitiuntuk mempelajarisuatuhal denganmenggunakanberbagaimetode
penelitian ilmiahtujuannya
untukmeningkatkankemampuanmanusia
diberbagai sisi kehidupan.
Untukciri-ciriilmuitusendirimenurutRossdanHag dalam
Sadulloh (2003:46),
mengemukakan
bahwaciri-ciri
sainsyaitu 1)
bersifat rasional,2)bersifatempiris,3)bersifatumum,4),bersifatakumulatif.
Ciriilmuyangpertamayaiturasional,yaitubisadiartikanjikauntuk
melakukansebuahkegiatankilmuanharusmenggunakanakal(rasio).
Ciriilmuyang keduayaitubersifatempiris,bisadiartikansebagaihasil daripengamatanyang
diterimaolehindramanusia,kemudianbersifat ummyang
tujuannya
untukdimanfaatkan bagisemua
makhlukdidunia, dan yang terakhir
bersifat
akumulatif yang
tujuannya untuk dikembangkan
di masayang
akan
datang.
B. Ilmu Merupakan Refleksi dari Hasrat
Ingin Tahu Manusia
Sebagai makhluk yang berakal manusia selalu diliputi
oleh hasrat ingin tahu. Oleh sebab itu, pengetahuan dimulai dari hasrat ingin
tahu. Semakin kuat hasrat ingin tahu manusia, maka semakin banyak
pengetahuannya. Pada dasarnya, ilmu mempunyai dua macam objek yaitu objek
material dan objek formal. Berbagai pendekatan dan metode yang dilakukan oleh
manusia dalam melakukan penyelidikan tentang alam semesta dan isinya, dibagi ke
dalam tiga kelompok yaitu:
1)
Pendekatan deduktif yang menghasilkan
metode-metode penyelidikan atau penelitian berbasis penalaran deduktif, seperti
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif;
2)
Pendekatan induktif dan metode
penelitian yang berbasis penalaran induktif, seperti yang dilakukan dalam
penelitian kualitatif;
3)
Pendekatan yang menggabungkan penalaran
deduktif dan induktif atau mix method, di antaranya, seperti yang dilakukan
dalam penelitian tindakan.
2.2 Filsafat
Selainilmusebagai usaha
untukmangolah,memahamidan
manghayatiduniamaka dibutuhkanpula sebuah
pendekatanyang
dinamakan filsafat. Menurut Rachman
dkk (2006:55), filsafat
adalah
usaha untukmemahamiataumengertiduniadalamhalmakna dannilai- nilainya.Bidang
filsafatsangatluasdanmencakupsecarakeseluruhan sejauhdapatdijangkauolehpikiranmanusia.Filsafatberusaha
untuk menjawabpertanyaan-pertanyaantentangasalmula
dansifatdasaralam
semesta tempat manusia
hidup serta apa yang merupakan
tujuan
hidupnya.
Filsafat,dalam halinidianggapmemilikitanggung
jawabpenting dalam mempersatukan berbagai
kajian ilmu untuk
dirumuskansecara
padu danmengakar
dalam tigadimensi ilmiahnya(ontologi,epistemologi
dan aksiologi)yangkokoh dan
sejajardengan ilmu lain.
Ontologimembahastentangapayang
ingindiketahuiataudengan katalainmerupakanpengkajianmengenaiteoritentang ada. Dasar ontologidariilmuberhubungandenganmateriyang
menjadiobyek penelaahan
ilmu, ciri-ciri
esensial
obyek itu
yang berlaku umum.
Ontologiberperan dalamperbincangan mengenaipengembangan ilmu,
asumsidasarilmudan konsekuensinyapadapenerapanilmu.Ontologi
merupakansarana
ilmiahuntukmenemukan jalanpenangananmasalah secara ilmiah.Dalamhaliniontologiberperandalamproses konsistensi ekstensif dan intensif
dalam pengembangan
ilmu. Epistemologimembahassecara
mendalam segenapprosesyang
terlibatdalamusaha untukmemperolehpengetahuan.Initerutama
berkaitandenganmetode
keilmuan
dansistematika isiilmu.Metode
keilmuanmerupakansuatuproseduryang mencakupberbagaitindakan pikiran,polakerja,cara teknis,dantata langkahuntukmemperoleh
pengetahuan baru
atau mengembangkanyang
telah ada.
Aksiologiilmumembahastentang
manfaatyang diperolehmanusia daripengetahuanyang
didapatnya.Bilapersoalanvaluefreedanvalue bound ilmu
mendominasi fokus perhatian
aksiologi pada
umumnya,
makadalamhal pengembanganilmubarumenjadidimensiaksiologi diperluaslagisehingga secara
inherenmencakupdimensinilaikehidupan
manusia sepertietika,estetika,
religius(sisidalam)danjuga interrelasi ilmudenganaspek-aspekkehidupanmanusiadalamsosialitasnya(sisi
luar aksiologi).Keduanyamerupakanaspekdaripermasalahantransfer pengetahuan.Relevansifilosofisinipada gilirannya
mensyaratkanpula
komunikasi lintas, inter
dan muiltidisipliner ilmu-ilmu terkait dalam
upayamenjawabpersoalan dantantanganyangmunculdarifenomena yangada.Dengan katalain,prosestimbalbalikyang
sinergisantara khasanah
keilmuan
dan
wilayahpraktisimuncul,
dan menjadi tanggungjawabfilsafatuntukmengkritisi,memetakandanmemadukan hal
tersebut.
A. LingkupFilsafat
Menurut
Rachman dkk (2006:59),
lingkup pengertianfilsafat
sangat luas, bidanglingkup
pengertianfilsafatyaitu
sebagai berikut:
1.
Filsafat sebagai
suatu kebijaksanaan
yang rasional dari
segala
sesuatu
2.
Filsafat sebagai suatu sikap dan
pandangan
hidup
3.
Filsafat sebagai suatu metode
4.
Filsafat sebagai kelompok
persoalan
5.
Filsafat sebagai sekelompok
teori atau sistem pemikiran
6.
Filsafatsebagaianalisislogistentangbahasadanpenjelasanmakna istilah
7.
Filsafat sebagai
suatu proses kritis
dan sistematis dari
segala pengetahuan
manusia
8.
Filsafatsebagaiusahamemperolehpandanganyangkomperhensif
menyeluruh
B. Persoalan Filsafat
MenurutRachman
dkk(2006:66),persoalan filsafatberbeda dengan persoalan non filsafat. Perbedaan terletak pada materi
dan ruanglingkupnya. Ciri-ciri persoalanfilsafat
adalah sebagai berikut:
1.
Bersifat umum
2.
Tidakmenyangkut
fakta
3.
Bersangkutan dengan
nilai-nilai(values)
4.
Bersifat kritis
5.
Bersifat sinoptis
6.
Bersifatimplikatif
C. Ciri-Ciri Berfikir
Kefilsafatan
Berfikirkefilsafatanmemilikikaraktertersendiriyang dapat
dibedakandari ilmulain.Menurut MustansyirdanMunir (2001:5) beberapa ciri
berfikir
kefilsafatan
dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.
Berfikir
sampaiakar-akarnya(radikal)
2.
Menyangkut
pengalamanumummanusia (universal)
3.
Hasilgenerasi
dan abstraksi manusia
(konseptual)
4.
Sesuai kaidah
berfikir
logis (koheren dan
konsisten)
5.
Salingberhubungansecarateraturdanterkandungadanyamaksud tertentu (sistematis)
6.
Mencangkup atau
menyeluruh untuk menjelaskan alam
secara keseluruhan
(komperhensif)
7.
Bertanggung
jawab dari hasil pemikirannya
setidaknya untuk hatinyasendiri.
D. Filsafat dan Usaha Manusia Mencari Kebenaran
Beberapa definisi filsafat seperti yang dikemukakan
oleh ahli filsafat atau filsuf sebagai berikut:
1.
Socrates mendefinisikan filsafat
sebagaisuatu proses yang mempertanyakan tentang arche atau dasar atau awal mula
atau asal usul alam dan berusaha menjawabnya dengan menggunakan logos atau
rasio dan tidak mempercayai lagi hal-hal yang berkaitan dengan mitos atau
legenda;
2.
Plato menndefinisikan filsafat sebagai
penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala
sesuatu yang ada;
3.
Aristoteles mendefinisikan filsafat
sebagai suatu upaya mencari prinsip¬-prinsip dan penyebab-penyebab berbagai
realitas yang ada;
4.
Rene Descartes mendefisikan filsafat
sebagai himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal pemyelidikannya adalah
berkaitan dengan Tuhan, alam, dan manusia;
5.
Al-Farabi, seorang filsuf Muslim
terbesar sebelum Ibnu Sina berkata bahwa filsafat adalah ilmu tentang alam yang
maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya;
6.
Ibnu Rusyd mengemukakan bahwa filsafat
merupakan pengetahuan otonom yang perlu dikaji oleh manusia karena ia
dikaruniai akal;
7.
Titus mendefiniskan sebagai suatu
proses pemikiran terhadap yang benar.
E. Telaah Filsafat
Telaah filsafat menyangkut proses berpikir filsafat
yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.
berpikir radikal
2.
Mencari Asas
3.
Memburu Kebenaran
4.
Mencari Kejelasan.
2.3 FilsafatIlmu
Pengertian-pengertiantentang
filsafatilmu,telahbanyak
dijumpaidalamberbagaibukumaupun
karangan ilmiah.
Filsafatilmu
adalahsegenap
pemikiran reflektifterhadap persoalan-persoalan
mengenaisegalahalyang
menyangkutlandasanilmumaupunhubungan ilmu
dengan segala
segi dari
kehidupan manusia. Filsafat ilmu
merupakansuatubidang pengetahuanintegrativeyang
eksistensidan pemekarannyabergantung
padahubungantimbal-balikdansaling-
pengaruh antara
filsafat dan ilmu.
Filsafatilmumerupakan penerusanpengembanganfilsafat
pengetahuan.Objek darifilsafatilmuadalah
ilmu
pengetahuan. Oleh
karenaitu setiap
saatilmuitu
berubah mengikutiperkembanganzaman dan
keadaan.Pengetahuan
lamamenjadi pijakan
untuk mencari pengetahuan
baru.
Menurut Pandia,FilsafatIlmumerupakanbagian
dari
epistimologi(filsafatpengetahuan)yang secara
spesifikmengkajihakikat
ilmu atau pengetahuanilmiah.Ilmu merupakancabang pengetahuanyang
mempunyaiciri-ciri tertentu.Meskipun secarametodologisilmutidak
membedakanantara
ilmu-ilmualamdenganilmu-ilmusosial,namun
karena
permasalahan-permasalahanteknisyangbersifatkhas,maka filsafat ilmu ini seringdibagi menjadifilsafat ilmu-ilmu
alam dengan
ilmu-ilmu sosial.
Pokok permasalahan
yang
dikaji filsafat mencakup tiga segi
yaitu:
1.
Logika,apayangdisebut
benar danapayangdisebutsalah
2.
Etika, manayangdianggap baik
dan manayangdianggap
buruk
3.
Estetika, apayangtermasuk
jelek dan apayangtermasuk indah
Ketiga cabangutamainiakhirnyabertambah lagiyaitu:
a.
Metafisika,teoritentangada(tentanghakikatkeberadaanzat,tentang hakikat
sertapikiran sertakaitan
antarazat
dan pikiran)
b.
Politik,kajian mengenaiorganisasi
sosial/pemerintahanyangideal
Akhirnya
berkembang lagi
menjadi banyak cabang yang meliputi:
a.
Epistimologi
(filsafat
pengetahuan)
b.
Etika (filsafat moral)
c.
Estetika (filsafat seni)
d.
Metafisika
e.
Politik
(filsafat
pemerintahan)
f.
Filsafat agama
g.
Filsafat ilmu
h.
Filsafat pendidikan
i.
Filsafathukum
j.
Filsafat sejarah
k.
Filsafat matematika
Banyaksekalipernyataantentang konsepilmuyang
dipaparkanoleh para
ahli. Demikianpuladengankonsepfilsafat,banyakjugafilosofi-filosofi
memberipernyataantentangkonseptersebut. Namunpada
hakekatnyaantara ilmudanfilsafatataupun sebaliknyayaitufilsafatdenganilmumempunyai bounding .Dalamsetiapaspekkehidupan,kitatidakakanterlepasdariapa yang
disebut dengan ilmu pengetahuan
danpendidikan sertateknologi. Proses pendidikanmenuntutseseoranguntukmemahamisetiapbidang
kajianilmu
denganlebihluas danmendalam. Prosespembelajaranatau pendidikanini
akanmenuntunseseorang
untuklatihanberfikirilmiah,logisdankritis.
Sehinggadibutuhkan ilmufilsafatuntukmendukung
seseorang untuk
memahamiilmu pengetahuan secaralebih mendalam.
Filsafatseringkalidisebutoleh sejumlah pakar
sebagaiinduksemang dariilmu-ilmu.Filsafatmerupakandisiplinilmuyang berusahauntuk menunjukkan batas-batas
dan ruang lingkup
pengetahuan manusia secara tepatdanlebihmemadai. Filsafattelahmengantarkanpada sebuahfenomena adanyasikluspengetahuansehinggamembentuksebuahkonfigurasidengan
menunjukkanbagaimana
“pohonilmupengetahuan” telahtumbuhmekar- bercabang secara
subursebagaisebuahfenomenakemanusiaan.Masing-
masing cabang pada
tahap selanjutnya
melepaskan diri dari
batang filsafatnya,
berkembang mandiri
dan masing-masing mengikuti metodologinyasendiri-sendiri.
Perkembanganilmupengetahuansemakinlama
semakinmajudengan
munculnyailmu-ilmubarudenganberbagaidisiplinyang akhirnya memunculkan
pula sub-subilmupengetahuanbarukearahilmupengetahuan yang
lebihkhususlagisepertispesialisasi-spesialisasi.Ilmupengetahuan
hakekatnyadapatdilihatsebagaisuatusistemyangjalin-menjalindantaat asas(konsisten) dariungkapan-ungkapanyangsifatbenar-tidaknya dapat
ditentukan dengan
patokan-patokan
serta tolok ukur yang
mendasari kebenaran
masing-masingbidang.
Dalamkajiansejarahdapatdijelaskanbahwa perjalananmanusiatelah mengantarkandalamberbagaifase
kehidupan. Sejak
zaman kuno, pertengahandanmodernsekarang
initelahmelahirkansebuahcarapandang terhadapgejala
alamdenganberbagaivariasinya. Prosesperkembangandari berbagai fase
kehidupanprimitip–klasikdan kunomenujumanusia
modern telahmelahirkanlompatanpergeseranyang
sangatsignifikanpadamasing- masing
zaman. Disinilah pemikiran filosofis telah mengantarkan umat manusiadarimitologi
orientedpadasatuarahmenujupolapikirilmiah ariented,perubahandaripolapikirmitosentriske
logosentrisdalamberbagai
segmentasi
kehidupan.
Jadi,ilmuberhubungan dan mempersoalkan fakta-faktayang
factual,
diperoleh denganmengadakaneksperimen,observasi,danverifikasi,hanya berhubungandengansebagiandariaspekkehidupanatauperistiwadidunia
ini.
Sedangkanfilsafatmencoba
berhubungandengankeseluruhan pengalaman,untukmemperolehsuatupandanganyanglebihkomperhensif
danbermaknatentang
sesuatutanpaharusdipertanggungjawabkandengan penyelesaian
sains
atau keilmuan.
Sedangkandariuraianyang telahdijelaskandikajianpustakabisadi
artikanjikafilsafatilmumerupakanbagiandariilmufilsafatyangsangat berguna
untukmengetahuiapa
tujuanilmubagimanusia. Secaragarisbesar,
filsafatilmumemberikanalasanyang
mendasarmengapapengetahuan diperlukan
bagi
keteraturan dalam
hidup manusia.
2.4 Perbedaan Filsafat dan Filsafat Ilinu
Dari berbagai uraian yang berkaitan dengan filsafat
dan filasfat ilmu maka dapat diketahui persamaan filsafat dan filsafat ilmu
adalah sebagai berikut:
1.
Mencari rumusan yang sebaik-baiknya
dalam melakukan penyelidikan objek telaahannya secara tuntas, selengkap¬lengkapnya
sampai ke akar-akarnya.
2.
Memberikan pemahaman tentang hubungan
atau koherensi antara kejadian-kejadian yang ada dan dialami manusia serta
menunjukkan penyebabnya.
3.
Berusaha memberikan sintesis yaitu suatu
pandangan yang saling berhubungan dan berkaitan.
4.
Mempunyai sistem dan metode penelaahan.
5.
Berusaha memberikan penjelasan tentang
kenyataan secara menyeluruh yang timbul dari hasrat ingin tahu manusia dan
pengetahuan yang mendasarinya.
Sedangkan
perbedaan antara filsafat dan filsafat ilmu adalah sebagai berikut:
a.
Objek material filsafat bersifat
universal dan objek material filsafat ilmu bersifat khusus dan empiris;
b.
Objek formal atau sudut Pandang filsafat
bersifat, sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif;
c.
Filsafat dilaksanakan dalam suatu
suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis dan pengamatan.
Ilmu menggunakan pendekatan riset.
Tujuan
filsafat ilmu adalah:
a.
Memperdalam unsur-unsur pokok ilmu
sehingga secara menyeluruh dapat dipahami sumber, hakikat, dan tujuan ilmu;
b.
Memahami sejarah pertumbuhan dan
perkembanag serta kemajuan ilmu di berbagai bidang sehingga dapat diperoleh
gambaran proses penemuan ilmu sejak zaman Yunani Kuno sampai pada zaman post
modern;
c.
Mempertegas bahwa antara ilmu dan agama
tidak ada pertentangan.
2.5 Ilmu Pengetahuan dan
Perkembangannya
A. Ilmu dalam Peradaban Yunani
Kemunculan ilmu pengetahuan di Eropa dimulai pada
zaman Yunani Kuno. Periode ini sangat penting dalam peradaban manusia karena
pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia, dari pola pikir
mitosentris yang sangat mengandalkan mitos dalam menjelaskan fenomena alam
kepada pola pikir logosentris yang sangat memperhatikan penggunaan kausalitas
dalam memahami fenomena alam. Akibat perubahan pola pikir ini, manusia yang
sebelumnya pasif dalam menghadapi fenomena alam berubah menjadi aktif dan
kritis sehingga alam dijadikan objek penelitian.
B. Perkembangan Ilmu Pada Kejayaan
Islam
Pada masa kejayaan Islam, khususnya pada masa
pemerintahan Dinasti Umayyah di Spayol dan Dinasti Abbasiya di Bagdad, ilmu
berkembang sangat pesat. Kemajuan ilmu membawa Islam pada masa keemasan, di
mana dalam masa yang sama di wilayah¬wilayah yang jauh seperti di dunia barat
masih berada dalam abad kegelapan peradaban (dark age). Wahyu pertama yang
diteritna Nabi Muhammad SAW, menjadi pangkal bagi pengembangan kreativitas umat
Islam dalam mengembangkan ilmu yang berrnanfaat bagi kemanusiaan. Dalarn
sejarah Islam, dikenal nama-nama seperti Al-Mansur, Al¬Ma’mun, dan Harun
AI-Rasyid, yang memberikan perhatian besar pada perkembangan ilmu di dunia
Islam.
C. Perkembangan Ilmu dalam Kristen
a.
Adanya pengaruh Aristoteles, ibnu Rusyd,
Ibnu Sina, sejak abad ke 12 hingga abad ke 13 telah tumbuh menjadi ilmu
pengetahuan yang luas.
b.
Tahun 1200 M didirikan universitas
Almamater di Perancis, yang menjadi embrio berdirinya universitas di Paris,
Oxford, Montpelier, Cambridge dan
c.
Berdirinya ordo-ordo karena banyaknya
perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan menimbulkan dorongan yang kuat dan
memberikan suasana semarak di abad ke-13 dan selanjutnya berpengaruh pada
kehidupan kerohanian.
D. Perkembangan Ilmu pada Zaman
Renaisans
Zaman ini merupakan penyempurnaan kesenian, ilmu dan
keahlian yang mewujudkan diri dalam diri para jenius yang serba bisa, seperti
Leonardo da Vinci, penemuan percetakan, penemuan dunia baru (1492 M) oleh
Columbus yang memberikan dorongan untuk meraih kemajuan ilmu (Amzal
Bachtiar,2005:50).
E. Perkembangan Ilmu pada Zaman Modern
Perkembangan ilmu pada zaman modern hanyalah
perluasan dari perkembangan ilmu pada zaman renaisans.
F. Perkembangan Ilmu pada Zaman Post
Modern
Dalam masa ini perkembangan ilmu rekayasa genetika
dan teknologi komputer dan informasi sangat pesat,
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Ilmuberhubungandanmempersoalkanfakta-faktayangactual,diperolehdenganmengadakaneksperimen, observasi,danverifikasi,
hanyaberhubungandengansebagiandariaspekkehidupanatauperistiwa
di duniaini.
b. Filsafatmencobaberhubungandengankeseluruhanpengalaman,untukmemperolehsuatupandanganyang
lebihkomperhensifdanbermaknatentangsesuatutanpaharusdipertanggungjawabkandenganpenyelesaiansainsataukeilmuan.
c. Fungsifilsafatilmuadalahuntukmemberikanlandasanfilosofikdalammemahamiberbagikonsepdanteorisesuatudisiplinilmudanmembekalikemampuanuntukmembangunteoriilmiah. Filsafatilmumerupakanbagiandariilmufilsafatyang sangatbergunauntukmengetahuiapatujuanilmubagimanusia. Secaragarisbesar, filsafatilmumemberikanalasanyang
mendasarmengapapengetahuandiperlukanbagiketeraturandalamhidupmanusia.
3.2 Saran
Demikianlahpokokbahasanmakalahini
yang dapat kami paparkan, Besarharapan kami
makalahinidapatbermanfaatuntukkalanganbanyak.Karenaketerbatasanpengetahuandanreferensi,
Penulismenyadarimakalahinimasihjauhdarisempurna, Olehkarenaitu saran dankritik
yang membangunsangatdiharapkan agar
makalahinidapatdisusunmenjadilebihbaiklagidimasa yang akandatang.
Lestari, Cinta.
2013. ArtidanPengertianMenurutKamusBesarBahasaIndonesia.http://pengertianbahasa.blogspot.com/2013/02/pengertian- ilmu.html.15.00
28-9-2014 WIB.
Pandia,Wisma.ModulKuliahFilsafatIlmu.Philadelphia.PhiladelphiaBaptist Evangelical Seminary.
Ranchman,
Dkk. 2006.FilsafatIlmu.
Semarang:UniversitasNegeri
Semarang. Sadulloh,
Uyoh.
2003.PengantarFilsafatPendidikan. Bandung: Alfabeta.
Salakori, M., Zulfendi.
2006. HelmintologiDalamPerspektifFilsafatIlmu.Universitas Sumatera
Utara. Hal.180-187.
Yahya,Harun.
2004.KeruntuhanTeoriEvolusi.harunyahya.com/indo:Harun
YahyaInternasional
2004.
Nama :
AgungWijayaBudiman
Stambuk :
181050401104
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Mamuju, 27 Februari 1996
Alamat :
Jl. Rs. Faisal XVII
Agama :
Islam
Email :
Wijayaagung065@Gmail.Com
No. Telepon :
082148809073
Nama :
IchwanSuhaefi
Stambuk :
181050401084
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Sinjai, 4 September 1992
Alamat :
BTN GriyaAsriSakinah Blok K1, No 7
Agama :
ISLAM
Email :
ichwansuhaefi24359@Gmail.Com
No. Telepon :
082346202838
Nama :
IndraErdiansyah
Stambuk :
181050401100
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Bulukumba, 25 September 1995
Alamat :
KompleksKodamKatangka
Agama :
Islam
Email :
dedindra.ie@Gmail.Com
No. Telepon :
082393326329
Nama :
MersiPabarrung
Stambuk :
181050401096
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Bonoran, 28 September 1982
Alamat :
Bonoran, Toraja Utara
Agama :
KristenProtestan
Email :
mersypabarrung@Gmail.Com
No. Telepon :
085241566402
Nama :
NurqaimuddinJalil
Stambuk :
181050401088
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Ujung Pandang, 16 September 1995
Alamat :
Jeneponto
Agama :
Islam
Email :
Nurqaimuddin.jalil@Gmail.Com
No. Telepon :
085210192789
BIODATA
PENULIS
Nama :
RianWahyullah
Stambuk :
181050401092
Program Studi :
PendidikanJasmanidanOlahraga
Kelas :
E 2018
Tempat, TanggalLahir :
Jeneponto, 21 Oktober 1995
Alamat :
Cendrawasih
Agama :
Islam
Email :
rianwahyullah@Gmail.Com
No. Telepon :
085399879799

Tidak ada komentar:
Posting Komentar